Impian jutaan umat Muslim di seluruh dunia untuk sampai lebih cepat ke Tanah Suci kini semakin dekat menjadi kenyataan. Pemerintah Arab Saudi resmi menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Makkah sebagai bagian dari upaya memperlancar mobilitas jutaan jemaah haji dan umroh setiap tahunnya. Proyek ambisius ini digadang-gadang akan mengubah wajah perjalanan ibadah secara global.
1. Selama Ini, Jemaah Harus Menempuh Perjalanan 100 KM dari Jeddah
Bagi Anda yang pernah menunaikan umroh, tentu tak asing dengan perjalanan panjang dari Bandara King Abdulaziz Jeddah menuju Makkah. Saat ini, Makkah tidak memiliki bandara internasional fungsional sendiri. Sebagian besar pengunjung internasional, termasuk jemaah umroh dan haji, mengunjungi Makkah dengan terbang ke Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah yang berjarak sekitar 100 km dari Tanah Haram. Dari sana, perjalanan masih dilanjutkan melalui jalur darat yang bisa memakan waktu 1-2 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Kini, situasi itu akan segera berubah.
2. Pengumuman Resmi dari Pejabat Tinggi Saudi
Dalam wawancara dengan Harvard Business Review Arabia, Saleh Al-Rasheed, CEO Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites (RCMC), mengonfirmasi bahwa arah strategis, ekonomi, dan investasi untuk Bandara Makkah telah resmi disetujui.
“Arah strategis, ekonomi, dan investasi untuk Bandara Mekah telah disetujui.” – Saleh Al-Rasheed, CEO RCMC
Rencana pembangunan Bandara Makkah dan sistem metro tersebut secara resmi diumumkan untuk pertama kalinya, menandai keseriusan pemerintah Saudi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi di kota suci. Bandara ini dirancang berstandar global untuk melayani lonjakan jumlah pengunjung setiap tahunnya.
3. Melibatkan Sektor Swasta, Tidak Ganggu Bandara Kota Lain
RCMC akan bekerja sama dengan sektor swasta untuk merancang model investasi yang tepat. Kolaborasi ini dipastikan tidak akan memengaruhi kelayakan operasi bandara-bandara di kota-kota tetangga, seperti Jeddah maupun kota lain di sekitarnya. Artinya, pembangunan Bandara Makkah dirancang secara cermat agar tetap berkelanjutan dan tidak merugikan ekosistem penerbangan yang sudah ada.
4. Paket Komplit: Metro Makkah Juga Segera Hadir
Tak hanya bandara, pemerintah Saudi juga mempercepat pembangunan Mecca Metro – proyek transportasi massal yang telah lama ditunggu. Studi kelayakan dan desain awal telah selesai dan diserahkan kepada pihak berwenang terkait untuk persiapan peluncurannya pada fase selanjutnya.
Kereta metro ini diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas di kota suci, terutama pada musim haji ketika tingkat kepadatan meningkat drastis. Dengan hadirnya metro, jemaah bisa bergerak lebih leluasa antara Masjidil Haram, Mina, Arafah, dan Muzdalifah tanpa khawatir kemacetan.
5. Teknologi Canggih: Makkah Menjadi Smart City
Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, pemerintah Arab Saudi juga mengembangkan sistem berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman jemaah. Salah satu inisiatif paling menonjol adalah peluncuran program “Makkah Pintar” (Smart Makkah) yang memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI). Program ini mencakup:
• Pemantauan dan pengaturan arus jemaah di sekitar Masjidil Haram secara real-time
• Sistem prediksi kepadatan di area vital seperti Jembatan Jamarat dan zona pusat kota
• Layanan Makkah Taxi dengan kendaraan modern dilengkapi sistem pelacakan dan pembayaran digital, termasuk opsi kendaraan listrik dan hybrid
6. Tantangan yang Harus Diatasi
Proyek ambisius ini bukan tanpa rintangan. Kondisi geografis berupa medan pegunungan di sekitar Makkah berpotensi menimbulkan kendala teknis, seperti turbulensi penerbangan, pendekatan pendaratan yang sulit, hingga masalah visibilitas dan cuaca. Namun demikian, pemerintah Arab Saudi tetap berkomitmen melanjutkan proyek ini sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur jangka panjang di kawasan suci.
7. Fakta dan Data Penting
• Lebih dari 1,5 juta jemaah haji internasional datang ke Arab Saudi tahun lalu, total jemaah mencapai 1,6 juta orang (data GASTAT)
• Armada bus Makkah: 400 kendaraan, 12 rute, 580 km total panjang, sudah mengangkut 185 juta penumpang sejak 2022
• Jalur pejalan kaki berpeneduh dan berpendingin: lebih dari 285.000 meter persegi telah dibangun
• Target kepuasan jemaah dan warga: 90,5% pada tahun 2025
8. Apa Artinya bagi Jemaah Indonesia?
Indonesia adalah salah satu pengirim jemaah haji dan umroh terbesar di dunia. Dengan hadirnya bandara baru di Makkah, jemaah Indonesia berpotensi tiba langsung di Tanah Suci tanpa harus transit darat yang melelahkan selama 1-2 jam dari Jeddah.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi agar Indonesia memiliki terminal khusus haji, demi mempercepat arus keberangkatan dan kepulangan jemaah. Ini adalah sinyal positif bahwa hubungan bilateral kedua negara terus diperkuat demi kenyamanan umat.